30 11 / 2012


you and I
today, tomorrow, and forever

you and I

today, tomorrow, and forever

30 11 / 2012

dulu,

langitku selalu kelabu

kakiku tak sanggup melaju

senyumku tersungging kaku

hatiku terkapar layu

                       kini,

                       langitku kian bersemu

                       kakiku selalu mengikuti pandumu

                       senyumku tersipu malu

                       hatiku berteman baru

                                       kamu,

                                       tuangkan tinta merah muda di kanvas kelamku

                                       taburkan serpihan bunga di setiap pejamku

                                       teteskan wangi rindu di setiap langkahku

                                       tebirtkan sinar mentari di binar mataku

                                      


01 11 / 2012


to be like them is my biggest wish

to be like them is my biggest wish

01 11 / 2012


I’m happy being ME, but I’m happier being YOURS

I’m happy being ME, but I’m happier being YOURS

01 11 / 2012

Oktober,

sebuah kata bermakna kita

mata itu kembali menyala

senyum itu kembali terasa

tangan itu kembali memeluk manja

wangi itu kembali merasuk dada

Oktober,

terlukis mesra wajah bahagia

merajut cerita yang sempat terluka

harum cinta yang kembali bermuara

pada dia yang pernah bermakna

membelai hati yang lama lara

Oktober,

kembali menarilah bersamaku

bermandikan tetesan rayuan berselipkan rindu

semoga ini jawaban atas butiran pintaku

yang melayang tinggi di langit biru

jangan gantikan lagi senyum cerahku dengan hari yang kelabu

18 10 / 2012

Jangan salahkanku jika ku berbalik arah, kau meninggalkanku di ujung jalan patah

lalu apa inginmu? berlutut agar kau tak berlalu?

Maaf kukira kau yang kutuju, ternyata hanya pelabuhan semu

18 10 / 2012

Kelabu, berhentilah mengepungku

Kelabu, berhentilah mengepungku

16 10 / 2012

Detik jam dinding mengalun lambat, aku bersandar di ruang tunggu

Seketika aroma khas tubuhmu menusuk indra pembauku

Aku melayang lalu terhempas di atas tumpukan memori terdahulu

Aku rindu tatapan sayumu yang mencemaskanmu

Aku rindu tangan kokohmu yang selalu menggenggamku di setiap langkahmu

Aku rindu bersepeda disampingmu menyusuri jalan berbatu 

Aku rindu menikmati malam hangat di jembatan kayu bersamamu

Aku rindu kecupan manismu di pagi hariku hanya untuk menguatkanku

Aku rindu saat saat manis di pulau biru

Namun itu hanya selipan manis di tumpukan kertas terdahulu

Kini aku hanya bisa membiarkanmu menikmati dongeng barumu

16 10 / 2012

"Kau pandai meramu kata, hingga kini mauku hanya kamu"

GM 

16 10 / 2012

Saat ku termangu lesu, kau datang merayu

Saat ku tatap matamu, tak ada semburat palsu

Saat ku diam terpaku, kau berjalan memandu

Saat ku samakan langkahku, kau terus menuntunku

Saat ku mulai berlari, kau mundur satu demi satu  

Saat ku berani melayang, kau tetap diam ditelan waktu

Aku tercengang, sayapku kembali lemah

Aku oleng, mataku kembali buta arah

Aku hilang, tenggelam di lautan payah

Aku menyerah, kita itu DUA bukan SATU